GALANG SOLIDARITAS MERAPI

April 24, 2010

Semenjak tahun 2007 Rumah Pelangi dan komunitas2 lereng Merapi menggelar hajat budaya anak-anak TLATAH BOCAH (Bhs Ind.: area ramah anak) dalam bentuk festival selama 1 bulan.

Pada penyelenggaraan tahun 2010 ini berjudul “TUTUR TINULAR: Tuturing Ati Tinular ing Pakarti” (Bercerita Sepenuh Hati Memaknai Pekerti) dimana kegiatannya berupa workshop dongeng, workshop sablon, sarasehan, pasar rakyat, pemutaran film, dan festival seni tradisi anak-anak.

Kegiatan dilaksanakan dari tgl 12 Juni - 11 Juli melibatkan 22 komunitas di Gunung Merapi, Gunung Sumbing, dan Perbukitan Menoreh dari 4 Kabupaten. Lokasi acara berada di Dusun Gowok Pos dan Dusun Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Penggalangan sumber daya penyelenggaraan festival tersebut dengan cara menyediakan cinderamata berupa kaos, tas, dan pin khas TLATAH BOCAH. Selain itu diadakan pengumpulan pakaian layak pakai untuk pasar murah serta pengumpulan buku cerita anak-anak di berbagai kota.

Tertarik berpartisipasi dan ingin membuka posko pakaian dan buku di kota Anda?

Hub:

Email : TlatahBocah@gmail.com
Facebook: Tlatah Bocah
Twitter : @tlatahbocah
Telpon : 0857 – 4342 0558
Kontak : Gunawan Julianto

TLATAH BOCAH #3, sebuah preambule

July 06, 2009

Kawan...

Tiada terasa Tlatah Bocah kali ini memasuki tahun yang ke 3..
Selama 3 tahun ini, alhamdulillah...bisa sukses karena bahu membahunya komunitas-komunitas yang terlibat yang tiada terhitung kan oleh nilai uang. Waktu untuk bekerja dan pikiran semuanya tercurahkan untuk itu...

TLATAH BOCAH 1 - 3 berada di Dusun Gowok Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Terletak di lereng Gunung Merapi dengan ketinggian 900m lebih sedikit diatas permukaan laut.

Arena kegiatan berupa tanah lapang dimana dari situ kita akan dikelilingi 6 gunung menjulang (Merapi, Merbabu, Andong, Sindoro, Sumbing, Menoreh) serta dibalut dinginnya kabut..

Asyik kah??

TLATAH BOCAH, bola salju budaya

June 12, 2009

Merti dusun atau bersih dusun merupakan tradisi rutin yang dilakukan di beberapa desa, terutama di Pulau Jawa. Biasanya kegiatan ini dilakukan 1 tahun sekali dimana harinya ditetapkan oleh kalangan pendiri desa yang bersangkutan. Tujuan utama tradisi ini sebagai sarana berterima kasih karena banyaknya anugerah untuk desa serta sebuah upaya untuk tetap menjaga keselamatan / kemakmuran desa.

Di lereng Merapi, tepatnya di Dusun Gowok Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang ritual ini merupakan perayaan sakral dan terbesar dalam satu tahun dimana semua warga terlibat bergotong royong untuk mensukseskannya. Agenda rutin yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut telah berlangsung puluhan tahun.
Semenjak tahun 2007 merti dusun semakin semarak karena warga bekerjasama dengan Rumah Pelangi menjadikannya sebuah rangkaian hajatan yang dinamakan Tlatah Bocah (bhs. Indonesia: Dunia / Area Ramah Anak).

Gethok Tular

March 04, 2008



GETHOK TULAR, where a solidarity begin

Selamat siang kawan-kawan..
terasa lama sekali kita tidak saling kirim email ya..
Bagaimana kabar kawan-kawan..
Tanggal 8 - 9 Maret 2008 (Sabtu - Minggu) ada kemeriahan di kota Muntilan. Kita yakin juga bahwa inilah peristiwa terbesar abad ini..peristiwa paling akbar selama adanya RUMAH PELANGI...
mengapa tidak?
11 (sebelas) tim kesenian anak berkumpul di Dusun Kadirojo, Kelurahan Muntilan untuk bersama-sama menggelar acara yang bernama GETHOK TULAR..
Tercatat 350an anak terlibat dalam acara ini. 1 (satu) sarasehan budaya digelar:
Narasumber 1: DRS. SUSILO NUGROHO (pemeran Den Baguse Ngarso - Bangun Desa TVRI Yogyakarta)
tokoh utama SIDANG SUSILA, teater Gandrik
Narasumber 2: SUBIYANTO, (tokoh seni & sesepuh Dusun Kadirojo)
Moderator: ISMANTO (pematung Merapi, teater Gadhung Melati)

Kenapa GETHOK TULAR.
Itu berkenaan dengan hikmah dari sebuah komunikasi yang merupakan jembatan sebuah persahabatan. Dari sebuah hal yang tadinya tidak tahu menahu, dengan penukaran informasi / gethok tular, seseorang semakin
memahami hal yang lain. Ada solidaritas disana. Oh ya, GETHOK TULAR diambil dari sebuah idiom bahasa Jawa yang kurang lebih berarti MENGINFORMASIKAN ke orang lain..Ketika kita ketemu orang lain memberitahukan sesuatu, dimanapun berada..itulah gethok tular...

Kenapa memilih Kadirojo? Yuupp..karena teman-teman dari 11 tim kesenian tersebut mempercayakannya disanalah tempat kita akan mencoba menggaungkan SOLIDARITAS.. disanalah jaringan akan berkumpul, akan berbagi.. melalui KESENIAN.

Bagaimana 11 tim kesenian tersebut berkumpul?

FOTO-FOTO KEGIATAN TLATAH BOCAH

August 18, 2007




Wayang Kulit
S E M A R B A N G U N J A G A D
Dalang KI ABU KARSONO




Sarasehan
PERAN BUDAYA
DALAM
PENDIDIKAN ANAK

Pembicara 1: Drs. SUSILO NUGROHO - Teater Gandrik
(Den Baguse Ngarso - Bangun Desa - TVRI Yogya)



Pembicara 2:
SITRAS ANJILIN
Pimpinan Padepokan Seni Tjipta Boedaja
(Tutup Ngisor - Merapi)

TLATAH BOCAH, Sebuah Hajat Budaya

August 01, 2007

HARI ANAK.

Secara nasional pemerintah menetapkan tanggal 23 Juli sebagai hari anak. Hal tersebut tentu saja sebagai perwujudan peran dalam berkewajiban melindungi warga negaranya yang masih anak-anak. Kenapa tanggal tersebut harus diperingati? Bukankah setiap hari kita juga harus mencantumkan anak sebagai bagian dari masyarakat. Tentunya maksud penetapan tanggal tersebut adalah supaya gaung ANAK bergema ke seluruh penjuru dan selalu mengingatkan kita untuk menyayanginya tidak hanya pada hari itu saja. Kalau setiap hari ada Hari Anak yang harus diperingati, kasihan dong nanti tidak jadi hal yang istimewa lagi.

Bagaimana pula anak dalam tataran masyarakat dusun?

THX TO PERTIWI

MERTI PERTIWI yang dilaksanakan RUMAH PELANGI pada tanggal 27 Mei 2007 lalu telah berakhir tanpa halangan berarti. Sungguh suatu hal yang luar biasa ketika warga Desa Sitimulyo mempercayai kami untuk melakukan ritual di desa mereka.

Apa sich itu?? Beberapa kawan yang menanyakan apakah itu suatu bentuk untuk memperingati 1 tahun gempa DIY – Jateng?? Kami semua bersepakat TIDAAAKKK…. Gempa kok diperingati..

Pada tanggal 27 Mei 2007 di pagi yang cerah kita melakukan penelusuran pada sepanjang sisi sungai Opak, sungai yang konon satu tahun lalu merupakan sumber bencana alam. Sebuah penelusuran makna bahwa manusia akan selamanya menyusu pada alam. Tanpa adanya bencana pun alam pun kita semua seringkali mendustai kenyataan bahwa kita tergantung padanya. Kerusakan alam yang terjadi wajib kita perbaiki. MERTI PERTIWI merupakan penghormatan pada alam. MERTI PERTIWI adalah ritual pengakuan kita pada kedaulatan alam.

FOTO-FOTO MERTI PERTIWI

June 15, 2007






MERTI PERTIWI

May 25, 2007

Cermati tulisan di surat kabar jika tertulis "Pencinta Alam A telah menaklukkan 3 puncak gunung". Berita lain menyebutkan "Kapal B hilang misterius di tengah keganasan badai laut".

Bukankah itu sebuah bahasa yang menyiratkan keangkuhan kita sebagai manusia? Bagaimana bisa Pencinta Alam MENAKLUKKAN puncakgunung. Bukankah puncak gunung tersebut diam saja ketika didaki tim tersebut tanpa melakukan perlawanan? Bandingkan dengan Pemburu bergulat MENAKLUKKAN harimau.

Pada pernyataan kedua, badai di laut ya seperti itu. Berbahaya apabila kita belum dapat mencumbunya. Manusia sendiri yang sebenarnya belum mampu untuk melewati badai namun saat itu ada di sana.

Alam dibandingkan (apabila dapat) dengan manusia lebih ganas siapa sebenarnya? Manusia lah yang tidak tahu diri. Seringkali merusak alam, mengeksploitasi kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk kepentingan kelompoknya. Namun, seringkali kita yang menyalahkan alam ketika terjadi apa-apa dengan kehidupan kita.